logo blog
Selamat Datang Di Info Blog
Terima kasih atas kesediaan anda berkunjung di Info Blog ini,
Semoga apa yang Info Blog share dan tulis di sini dapat bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang dapat berguna bagi masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia.

Duplikat Konten itu Normal dan Bukan Spam

Blog Info, Banner-01Blog Info pada artikel ini ingin berbagi wawasan baru tentang duplikat konten yang terjadi dalam sebuah situs atau blog, baik itu TLD (top level domain) maupun subdomain (platform blogger semacam yang aku pakai ini). Matt Cutts sendiri pernah mengatakan (dalam videonya) bahwa ia tidak akan stres tentang hal itu (duplikat konten), kecuali duplikat konten spam.

Duplikat konten adalah istilah yang digunakan dalam bidang optimasi mesin pencari (SEO) untuk menggambarkan konten yang muncul di lebih dari satu halaman url web . Duplikat konten dapat menjadi bagian besar dari konten dalam atau di seluruh domain dan dapat berupa konten yang sama persis atau sangat serupa. Ketika beberapa halaman dalam sebuah situs web berisi dasarnya konten yang sama, mesin pencari seperti Google dapat menghukum atau berhenti menampilkan situs tersebut pada hasil pencarian yang relevan.

Banyak blogger yang telah menuliskan tentang duplikat konten ini sebagai sebuah "hal yang menakutkan" atau tepatnya "momok penghukum" bagi situs-situs atau blog yang sedang mengalaminya. Pada dasarnya tidak semua duplikat konten itu merupakan sebuah hal yang membahayakan. Berikut ini adalah model duplikat konten yang memang membahayakan.

Malicious duplicate content refers to content that is intentionally duplicated in an effort to manipulate search results and gain more traffic. This is known as search spam.

Artinya mungkin seperti ini :

Duplikat konten yang berbahaya mengacu kepada konten yang sengaja digandakan dalam upaya untuk memanipulasi hasil pencarian dan mendapatkan lebih banyak lalu lintas. Hal ini dikenal sebagai spam pencarian.

Dengan demikian, duplikat konten yang tidak secara sengaja sebagai upaya penggandaan untuk memanipulasi hasil pencarian search engine (semacam Google) sepertinya tidak perlu untuk ditakutkan atau dikhawatirkan secara berlebihan, terutama bagi anda para blogger pemula, seperti  ............ yah seperti aku inilah .... !!

Berikut ini penjelasan Matt Cutts tentang duplikat konten tersebut :



Kepala Google spam pencarian, Matt Cutts, mengatakan ia tidak akan stres tentang hal itu (masalah duplikat konten), kecuali duplikat konten spam atau duplikat konten yang secara sengaja dilakukan untuk mengelabui search engine.

Nah ..., mari kita kaji lebih mendalam tentang duplikat konten ini dan sebab-sebab terjadinya, berikut cara mengatasinya.

Apa penyebab terjadinya duplikat konten ?

1. Kesalahpahaman konsep URL
Setiap situs yang digunakan pasti mendukung adanya database. Di dalamnya hanya ada satu artikel, software website memuat satu artikel yang sama dalam database yang diambli dari beberapa URL. Pengenalan artikel-artikel yang diterbitkan dilakukan pada artikel yang memiliki ID dalam database, bukan URLnya. Begitu juga dengan Search Engine atau mesin pencari, URL adalah pengenalan dalam beberapa konten yang diterbitkan sehingga memungkinkan adanya URL lain yang menjadi duplikat.

Contohnya :
http://infoblog971.blogspot.com/2015/09/blog-sepi-pengunjung-sebuah-introspeksi.html
http://infoblog971.blogspot.com/2015/09/blog-sepi-pengunjung-sebuah-introspeksi.html?m=1

Alamat URL yang pertama akan menampilkan artikel blog untuk versi desktop, sedangkan alamat URL yang kedua akan menampilkan artikel blog untuk versi mobile.

2. Faktor Session ID
Session ID biasanya digunakan oleh situs atau web yang bergerak dalam bidang bisnis, pemasaran, dan marketing. Salah satu kegunaan session ID adalah untuk melacak atau memonitor pengunjung (visitor) dan menyimpan beberapa informasi pengunjung yang mereka gunakan sebagai item pembelian. Namun, sebenarnya session ID adalah history singkat apa yang dilakukan oleh para pengunjung pada situs tersebut.

Dalam menjalankan session, para pengunjung biasanya mengklik satu halaman ke halaman yang lain yang merupakan "pengenalan unik" atau spesifikasi khusus untuk session (produk) tersebut, nah inilah yang disebut sebagai session ID. Solusi dasar untuk melakukannya adalah dengan cookies, tetapi mesin pencari biasanya tidak menyimpan cookies. Saat itulah beberapa sistem akan jatuh kembali dalam URL dan setiap link internal pada situs tersebut menambahkannya pada URL. Ini dapat menjadikan URL baru yang bisa menciptakan terjadinya duplikat konten dalam sebuah situs atau blog.

3. Tindakan Copy Paste tanpa ijin
Kemungkinan besar yang terjadi adalah banyak situs atau blog-blog lain yang mempergunakan sebagian atau keseluruhan isi konten blog kita dengan tanpa ijin. Mereka mengambilnya begitu saja tanpa memberikan link ke artikel aslinya. Hal inilah dalam dunia blogging dikenal dengan istilah Konten Sindikat, dan modus yang demikian ini berpotensi besar untuk melahirkan duplikat konten.

Sebagai seorang blogger kita tidak dapat menutup diri dari kemungkinan tindakan copy paste ini, dan bisa jadi kita juga pernah melakukan hal tersebut, meskipun dengan kadar yang berbeda.

4. Komentar Pagination (pemakaian halaman pada komentar blog).
Ada sebagian blogger yang menerapkan pola memecah komentar sebuah artikel blog ke dalam beberapa halaman tersendiri. Namun, dampak dari pembuatan komentar pagination (pemecahan halaman komentar) ini bisa mengarah pada konten yang sengaja digandakan di seluruh url artikel, dan URL artikel + / comment-page-1 /, / comment-page-2 / dan lain-lain ini sangat berpotensi membuat munculnya duplikat konten.

5. Link Pelacakan/parameter Url
Salah satu hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya duplikat konten adalah parameter URL yang digunakan untuk melacak dan menyortir halaman-halaman artikel blog, ini jelas tidak mengubah isi halaman, seperti link pelacakan. Misalnya lihat URL berikut :


http://infoblog971.blogspot.com/ngene-lo/    dan    http://infoblog971.blogspot.com/ngene-lo/ search?q=blog

Jika kita melihatnya, kelihatan nyata bahwa kedua URL tersebut adalah sama, namun sebenarnya adalah berbeda di mata mesin pencari (search engine). Kemungkinan URL kedua adalah Url yang telah digunakan untuk melacak. Namun, ini tidak hanya terjadi pada link pelacakan saja, itu juga terjadi saat kita menambahkan parameter ke dalam URL meskipun tidak mengubah isi konten. Sedangkan salah satu contoh model link pelacakan adalah saat kita mencari keyword pada sebuah blog di kolom SEARCH, link yang keluar setelah mengklik tombol SEARCH termasuk link pelacakan.

Berikut ini beberapa solusi untuk mengatasi masalah duplikat konten ini :

1. Duplikat Konten Karena Halaman Label

Dalam keadaan default sebenarnya halaman label sudah disetting agar tidak terindeks oleh mesin pencari, yaitu pada file robots.txt. Namun entah kenapa, terkadang halaman label tetap saja terindex oleh mesin pencari yang akhirnya menyebabkan duplikat konten. Solusinya sobat harus memasukan sebuah kode khusus secara manual kedalam template blog sobat.

Silakan sobat tambahkan kode di bawah ini tepat di bawah kode <head> di dalam template blog sobat :

<b:if cond='data:blog.searchLabel'>
<meta content='noindex,nofollow' name='robots'/>
</b:if>

2. Duplikat Konten Karena Halaman Arsip dan Pencarian

Untuk mengatasi duplikat konten yang terjadi karena halaman arsip dan pencarian caranya sangat mudah sekali, tidak perlu memasukan kode-kode khusus, sobat hanya perlu mengatur settingan preferensi penelusuran pada dashboard blog sobat.

Masuk ke dashboard blog sobat > Setelan > Preferensi penelusuran > Aktifkan tag header robot khusus. Selanjutnya tinggal sesuaikan seperti gambar di bawah ini :

Blog Info, Robot Txt Setting


Duplikat Konten 25 % - 30 % adalah hal yang wajar.

Matt Cutts mengatakan bahwa di suatu tempat antara 25 % sampai 30 % dari konten di web adalah duplikasi. Dari semua halaman web dan konten di internet, lebih dari seperempat dari itu berulang-ulang atau duplikasi.

Tapi Cutts mengatakan Anda tidak perlu khawatir tentang hal itu. Google tidak memperlakukan duplikat konten sebagai spam. Memang benar bahwa Google hanya ingin menunjukkan salah satu halaman dalam hasil pencarian mereka, yang mungkin merasa seperti hukuman jika konten Anda tidak dipilih - "tetapi tidak".

Google mengambil semua duplikat dan kelompok mereka ke sebuah cluster. Maka Google akan menampilkan yang terbaik dari hasil dalam cluster itu. Matt Cutts mengatakan bahwa Google tidak berhak untuk menghukum situs yang berlebihan dalam hal duplikasi konten, dengan cara manipulatif. Tapi secara keseluruhan, duplikat konten adalah normal dan bukan spam .

Google’s Matt Cutts: 25-30% Of The Web’s Content Is Duplicate Content & That’s Okay

Enter your email address to get update from Info Blog.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Silahkan meninggalkan komentar yang sesuai dengan artikel di atas, komentar anda sangat berguna bagi perkembangan blog ini di masa-masa mendatang.
Mohon jangan melakukan spam, atau promosi produk atau apapun yang tergolong hal-hal negatif
Mohon maaf bilamana terjadi keterlambatan balasan komentar.

Copyright © 2015. Info Blog 97 - All Rights Reserved | Template Created by Info Blog Proudly powered by Blogger